Selasa, 08 Januari 2013

PENGGUNAAN KOMPUTER DI PASAR INTERNASIONAL


Model Perusahaan Multi Nasional

Perusahaan Multinasional telah memainkan peranan yang sangat penting dalam menjalankan kebijakan dan aturan baik di tingkat national maupun internasional. Di negara-negara berkembang, hampir setiap aspek dari kehidupan komunitas telah terkena dampak dari operasi Perusahaan Multinasional. 

Perusahaan multinasional  (multinational corporation)  atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri.

Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik.

Dari sudut pandang sejarah, model perusahaan seperti ini mulai bermunculan sejak dekade 50. perusahaan-perusahaan multinasional, terutama di AS, semakin aktif di beberapa bidang, setelah terpengaruh oleh kondisi perekonomian di zaman itu. Dengan memanfaatkan sistem transportasi dan komunikasi internasional yang semakin modern, demikian pula karena adanya “celah” antara hubungan Eropa dan Jepang, perusahaan-perusahaan ini menemukan peluang untuk menjual produk-produk mereka ke luar batas-batas AS. Tak lama kemudian, perusahaan-perusahaan Eropa mengikuti jejak langkah mereka ini, sehingga menjadi semakin luaslah keberadaan perusahaan-perusahaan multinasional ini.

Jenis – Jenis Struktur Organisasi MNC


(William Egelhoff dari Fordham University)

Divisi Fungsional Sedunia

Anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran, dan keuangan. Bidang-bidang operasional di anak perusahaan melapor langsung ke pasangan fungsional mereka ke induk perusahaan.

Divisi Internasional

Semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC  yang terpisah dari divisi domestik.

Wilayah Geografis

MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya.

Divisi Produk Sedunia

Perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.

Strategi Bisnis Global

Multinasional

Strategi yang memberikan kebebasan kepada anak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Dengan sistem ini, sistem informasi memudahkan desentralisasi pengambilan keputusan.

Global

Pengendalian berada diperusahaan induk. Dimana perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan disekuruh dunia dengan produk – produk standar. Dengan sistem ini, sebagian besar kapasitas sistem informasi beralokasi diperusahaan induk dan terdapat setralisasi proses dan database.

Internasional

Merupakan perpaduan sentralisasi strategi global dan desentralisasi strategi multinasional. Strategi ini memerlukan tim manajemen diperusahaan induk yang memiliki pengetahuan dan keterampilan menembus pasar global. Anak perusahaan diharuskan untuk mengadaptasi produk, proses, dan strategi perusahaan bagi pasar mereka sendiri. Sistem informasi yang digunakan sistem interorganisasi yang menghubungkan proses dan database induk dan anak perusahaan.

Transnasional

Perusahaan induk dan anak harus bekerjasama untuk memformulasikan strategi dan kebijakan operasi serta mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat. Sistem informasi mengunakan standar pada skala global dan tanggung jawab utama berada pada pengelolaan database.

Strategi GIS

Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional  (desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi  global  (sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan  sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Jika strategi internasional (kombinasi sentralisasi dan desentralisasi) yang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat bepergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Dalam hal strategi transnasional (integrasi), tim pengembangan menyertakan wakilwakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan.

Strategi Transnasional bagi Penerapan GIS

Karena strategi ini paling rumit, menyatukan seluruh MNC menjadi suatu sistem yang bekerja lancar, strategi  penerapannya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal  penting yang berhubungan dengan GIS/business strategy linkage, sumberdaya informasi, pembagian data internasional, dan lingkungan budaya.

Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, tim pengembangan harus :

  • Bekerjasama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
  • Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
  • Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.
  • Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.
  • Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS dan menentukan prioritasnya.
  • Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut
Menentukan sumberdaya informasi, dalam menentukan sumberdaya informasi – H/W, S/W, personil, data, informasi serta fasilitas, tim pengembangan harus :
  • Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional.
  • Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan jasa bagi tiap anak perusahaan.
  • Membuat spesifikasi standar H/W dan S/W yang dapat digunakan semua anak perusahaan.
  • Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
  • Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami di negara perusahaan induk.
Menyediakan pembagian data; pembuatan sistem pemakaian bersama data (data sharing) mencakup beberapa tugas. Tim pengembangan harus :

  • Mengembangkan suatu model data global yang mendukung tujuan bisnis global.
  • Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakil perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan standar data yang akan diterapkan di seluruh MNC.
  • Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.
  • Berdasarkan penelitian tersebut, menentukan apakah  data akan dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya di negara tempat anak perusahaan.
  • Menerapkan database.
Memperhatikan lingkungan budaya, untuk itu tim pengembangan harus:
  • Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara negaranegara tempat anak perusahaan dan merumuskan pemecahan yang dapat diterima oleh semua pihak.
  • Membuat survei atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama penerapan.
  • Menyediakan pelatihan dan pendidikan bagi anak perusahaan.
  • Membuat program-program formal yang mempersiapkan para manajer perusahaan induk untuk bekerjasama dengan para manajer anak perusahaan, dan sebaliknya.
Peringatan, disadari bahwa tugas-tugas dan masalah-masalah di atas bukanlah langkah-langkah yang selalu diikuti beruntun.


REFRENSI

http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab4.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_multinasional
http://lifesupportalchemist.wordpress.com/perusahaan-multinasionalinilah-sedikit-kenyataannya/
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=strategi+bisnis+global&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CDYQFjAC&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPEB%2FPRODI.AKUNTANSI%2F197806272003121-TONI_HERYANA%2FSistem_Informasi_Manajemen%2FBAB_4.ppsx&ei=s0q8UNSQMcqxrAfuyYDwBA&usg=AFQjCNHjEvcxFJ1Ox_fhquGQ8fv9qdOriA





















0 komentar:

Poskan Komentar