Selasa, 08 Januari 2013

IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI


Pengertian Moral, Etika, dan Hukum

Moral

Pengertian moral menurut kamus besar bahasa Insonesia adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Pengertian moral juga memiliki kesataraan atau kesamaan arti dengan pengertian akhlak, budi pekerti, dan susila.

Pengertian moral juga sepadan dengan kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya. Barang kali itulah mengapa dalam istilah militer sering kita dengar kata “Moral prajurit meningkat”. Atau dengan kata lain, moral adalah isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan.

Etika

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghin-dari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Hukum

Mendengar kata hukum, kita akan selalu terbawa pada ingatan seputar dunia dalam persidangan yang menegangkan atau kumpulan kitab pasal – pasal hukum yang sangat tebal. Padahal sejatinya keberadaan hukum adalah semacam tata kelola yang mengatur segala tindak – tanduk masyarakat dalam sebuah negara atau lembaga yang melakukan sesuatu yang melanggar aturan yang berlaku.

Pada umumnya yang dimaksud hukum adalah segala peraturan – peraturan atau kaedah – kaedah dalam kehidupan bersama yang dapat dipaksakan dengan suatu sanksi dalam pelaksanaannya.

Perlunya budaya Etika

Perlunya budaya etika di dalam kehidupan, terutama dalam dunia teknologi informasi misalya, hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini adalah budaya etika.

Etika dalam penggunaan teknologi informasi juga ditunjukan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial dari pemanfaatan teknologi informasi serta formulasi dan justifikasi atas kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Kelenturan logis dari teknologi memungkinkan seorang secara tidak bertanggung jawab memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkannya demi kepentingan diri atau kelompok tertentu.

Hak sosial dan Komputer Strategi GIS

Donn Parker dari SRI International menyarankan supaya CIO mengikuti rencana 10 langkah dalam mengelompokkan perilaku & menekankan standar etika dalam perusahaan, yaitu :
  • Merumuskan kode perilaku
  • Kenali perilaku etis
  • Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa komputer untuk pribadi & hak milik atas program & data komputer
  • Jelaskan sanksi yang akan diambil terhadap pelanggar, seperti teguran, penghentian & tuntutan
  • Simpan suatu catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis Fokuskan perhatian pada etika melalui program-program seperti pelatihan & bacaan yang di isyaratkan
  • Promosikan UU kejahatan komputer dengan memberikan informasikan kepada karyawan
  • Berikan contoh
  • Dorong partisipasi dalam perkumpulan informasi
  • informasi untuk semua tindakannya, dam kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program seperti audit etika.
  • Dorong penggunaan program-program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggar etika dengan cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik
Menempatkan etika komputer dalam perspektif berbagai masalah sosial yang gawat ada sekarang ini, karena pemerintah dan organisasi bisnis gagal untuk menegakkan standar etika tertinggi dalam penggunaan komputer.


REFRENSI


http://artikel2.com/kumpulan-bermacam2-artikel/04/pengertian-moral
http://erniritonga123.blogspot.com/2010/01/definisi-etika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
http://belajarhukumindonesia.blogspot.com/2010/02/pengertian-hukum.html
http://www.anneahira.com/definisi-hukum.htm
http://arifgundar.wordpress.com/2010/03/09/etika-dalam-berprofesi-di-dunia-teknologi-informasi/
http://www.slideshare.net/taqwanuddin/implikasi-etis-etika-informasi
http://ariearjunaug.blogspot.com/2010/11/hak-sosial-dan-komputer-strategi-gis.html








0 komentar:

Poskan Komentar