Selasa, 08 Januari 2013

PENDEKATAN SISTEM

Pemahaman Dasar Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan

Proses pemecahan masalah secara sisitematis bermula dari john dewey, seoran professor di Columbia university pada awal abad ini. Dalam buku nya tahun 1910, dia mengidentifikasi 3 seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan suatu kontropersi secara memadai:
  • Mengenali kontropersi
  • Menimbang klaim alternative
  • Membentuk penilaian.
Dewey tidak menggunakan istilah pendekatan system, tetapi ia mewnyadari sifat dari pemecahan masalah- dimulai dengan suatu permasalahan, memepertimbangkan bermacam cara memecahkannya, dan memiliah solusi yang tampak nya paling baik.

Kerangka kerja Dewey dibiarkan tertidur bertahun- tahun,  tetapi selama akhir 1990an dan awal 1970an, perhatian pada peecahan masalah sistematis mencapai puncak yang baru. Para pembuat computer, manajemen scientist, dan spesialis informasi semua mencari cara untuk mengguankan computer dalam memecahkan masalah manajer. Kerangka kerja yang dianjurkan untuk pengguanaan computer dikenal sebagai pendekatan system- serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memstikan bahwa masalah itu pertama- tama dipahami, solusi alternative dipertimbangkan, dari solusi yang dipilih pekerja.

Serangkaian langkah- langkah

Walau banya deskripsi mengenai pendekata system yang mengikuti pola dasar yang sama, jumlah langkah- langkahnya dapat berbeda. Sepuluh langkah pendekatan system dikelompokan kedalam tiga tahap yaitu :
  • Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi system.
  • Usaha definisi, mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.
  • Usaha solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif, meng evaluasinya, memilih satu yang tampaknya terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjut untuk meyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.
Pendekatan system, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan

Langkah- langkah pendekatan system memberikan suatu  cara yang baik untuk mengelompokan bermacam- macam keputusan yang harus dibuat dalam proses memecahkan satu masalah tunggal. Tiap tahap dalam usaha dan usaha solusi memerlukan sedikitnya satu keputusan.

Tahapan Pemecahan Masalah dengan Menggunakan Pendekatan Sistem

Usaha Persiapan

Tiga langkah persiapan tidak harus dilaksanakan secara berurutan, karena ketiganya bersama- sama menghasilkan kerangka piker yang diinginkan untuk menangani masalah.
  • Memandang perusahaan sebagai suatu sistem
Mampu melihat perusahaan sebagai suatu system, yang dapat dicapai dengan menggunakan model system umum perusahaan. Dan mampu melihat bagaimana perusahaan sesuai dengan model
  • Mengenal sistem lingkungan

Memberikan suatu cara efektif menempatkan perusahaan sebagai suatu system dalam lingkungan.
  • Mengidentifikasi subsistem perusahaan
Subsistem perusahaan juga perlu diidentifikasikan, dan subsistem tersebut dapat mengambil beberpa bentuk. Yang paling mudah dilihat manajer adalah area- area fingsional selain itu dapat melihat juga tingkat- tingkat manajemen. Subsistem memiliki hubungan atas- bawahan dan dihubungkan oleh informasi maupun arus keputusan. Manajer juga menggunakan arus sumber daya sebagai dasar membagi perusahaan menjadi subsistem.

Usah definisi

Usah definisi dirangsang oleh sinyal umpan balik yang menunjukan bahwa terjadi hal- hal yang lebih baik atau lebih buruk dari yang direncanakan. Sinya tersebut dapat berasal dari dalam perusahaan atau lingkungan dan berfungsi sebagia pemicu masalah dengan memulai suatu proses pemecahan masalah.
  • Bergerak dari tingkat  sistem ke subsistem
Saat manajer berusaha memeahami masalah, analis mulai dengan system yang menjadi tanggung jawab manajer. Analisa kemudian bergerak menuruni hirarki system, tingkat demi tingkat. Manajer mula-mula mempelajari posisi sitem itu dihubungkan dengan lingkungannya. Selanjutnya, manajer menganalisis system menurut subsistem-subsistemnya.
  • Menganalisis bagian system dalam urutan tertentu
Menganalisis satu elemen system ke elemen yang lain. Analisis turun ke tingkat system selanjutnya yang lebih rendah. Tingkat tersebut dianalisis, elemen demi elemen, dan elemen masalah pada tingkat itu diidentifikasikan.
  •  Mengidentifikasi berbagai alternative solusi
Manajer mengidentifikasi bermacam- macam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama. Dalam mengidentifikasi alternative solusi manajer jarang memecahkan masalah sendirian tetapi menerima bantuan dari manajer lain. Manajer memecahkan masalah sering melakukan tukar fikir , suatu kegiatan informal yang para anggotanya mengungkapkan pandangan mereka.
  • Mengevaluasi berbagai alternative solusi
Semua alternatif harus dievaluasi dengan menggunakan criteria evaluasi yang sama, yang mengukur seberapa baik suatu alternative dapat memecahkan masalah. Ukuran dasarnya adalah seberapa jauh suatu alternatif memampukan system untuk mencapai tujuan.
  • Memilih solusi terbaik
Setelah mengevaluasi berbagai alternatif, selanjutnya perlu memilih satu alternatif yang tampak lebih baik. Tiga cara memilih alternatif terbaik :
  1. Analisis : suatu evaluasi sistematis atas pilihan- pilihan, mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi
  2. Penilaian : proses mental dari seorang manajer
  3. Tawar menawar : negosiasi antar beberapa manajer.
  • Menerapkan solusi

Solusi perlu diterapkan dalam pemecahan masalah, tidak hanya dengan memilih solusi terbaik saja.
  •  Membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu efektif
Manajer harus tetap mengatasi situasi untuk memastiakan bahwa solusi mencapai kinerja yang direncanakan. Jika solusi kurang dari yang diharapkan, tahap-tahap pemecahan masalah perlu ditelusuri ulang untuk menentukan apa yang salah. Lalu dicoba sekali lagi. Proses ini diulangi hingga manajer puas bahwa masalah tersebut telah terpecahkan.

Faktor manusia yang mempengaruhi pemecahan masalah

3 Kategori manajer dalam merasakan masalah :


  • Penghindar masalah (Problem Avoider)

Manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.

  • Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker)) :
  1. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
  2. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.

  • Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah   ( Problem solver) :

  1. Gaya sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan.
  2. Gaya intuitif, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.


REFRENSI



http://nenengsalbiah.blogspot.com/2012/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
http://justplaymyskateboard.blogspot.com/2010/01/pendekatan-sistem-dalam-memecahkan.html

2 komentar:

leo daisuke mengatakan...

kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill seperti

- www.gunadarma.ac.id
- www.studentsite.gunadarma.ac.id
- www.baak.gunadarma.ac.id

untuk info lebih lanjut bagaimana cara memasang RSS , silahkan kunjungi link ini
http://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5

medy mengatakan...

Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
selltiket.com
Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
Bergabung segera di agen.selltiket.com

INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
No handphone : 085365566333
PIN : D2E26405

Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

Poskan Komentar