Rabu, 06 Oktober 2010

OTOBIOGRAFI KU


Nama ku Gustav, banyak orang yang bertanya – tanya kenapa aku di namai dengan nama tersebut. Sebenarnya ada alasan kenapa orang tua ku memberikan nama Gustav. Jadi dahulu kala aku di lahirkan di suatu daerah yang di sebut desa Tapos, daerah tersebut masih belum tercemari dari asap – asap kota atau bisa di bilang daerah pedalaman. Pada saat itu datang orang – orang kota yang ingin membeli tanah di desa Tapos yang akan di jadikan komplek perumahan. Terjadilah Pro dan Kontra antara orang kota dengan masyarakat desa Tapos. Ada yang bersikeras tidak ingin menjual tanahnya kepada orang kota, tetapi tidak sedikit pula orang yang sudah menjual tanahnya kepada orang kota tersebut. Tanpa di sadari sebagian besar desa Tapos sudah di gusur untuk di jadikan komplek perumahan dan pada saat itu pula lahirlah aku dan aku langsung di beri nama Gustav yaitu kependekan dari gusuran Tapos. Itulah sebabnya aku di beri nama Gustav.

Saya lahir di desa Tapos yang pada saat itu masih berkecamatan Cimanggis kota Bogor. Lebih tepatnya tanggal 29 April 1992. Masa kecilku cukup bahagia, aku bermain dengan teman sebayaku dengan normal. Sekolah dasarku aku tempuh di SDN Tapos 3, aku terbilang anak yang pintar akan tetapi pada saat aku memasuki jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama) terjadilah penurunan yang sangat drastis. SMPN 1Cibinong adalah sekolah yang aku pilih. Di sutu aku mengalami masa dimana aku ingin bebas, aku ingin mencoba segalanya tanpa ada larangan dari orang lain yaitu masa puber, aku mulai ingin mengenal lebih dekat lawan jenisku. Kelas 2 SMP aku sudah mulai mencoba berpacaran akan tetapi hubungannya kandas dalam waktu yang tidak lama. Semua itu yang membuatku tidak fokus pada pelajaran di SMP. Akhirnya hari kelulusanpun tiba dan aku mendapakan nilai yang tidak memuaskan. Di dalam lubuk hatiku yang paling dalam mengatakan aku bakal memperbaiki diriku di sekolahku selanjutnya.

Pendidikanku selanjutnya aku memlih SMK sebagai jembatan untuk mencapai masa depanku, Lebih tepatnya di SMKN 1 Depok. Kenapa aku memilih SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dibandingkan dengan SMA (Sekolah Menengah Atas), dari namanya saja kita sudah bisa terbayang SMK lebih terfokus pada praktek kejuruan dari pada teori, itu karena lulusan SMK di tuntut untuk langsung siap kerja setelah lulus. Itulah sebabnya aku memilih SMK, tapi lain ceritanya kalau SMK yang aku pilih baru belum lama berdiri, semua fasilitas yang berada di dalamnya belum memadai untuk menunjang praktikum disitu, ya mau tidak mau aku harus berusaha keras untuk menguasai jurusan yang aku pilih yaitu jurusan komputer. Berkata – kata soal sekolah tidak sah kalau kita tidak ngomongin tentang cinta. Apa lagi di masa – masa SMA atau SMK, sangat rugi bagi anak – anak jaman sekarang kalau tidak merasakan apa itu cinta.


Hatiku terpikat lagi oleh sosok seorang wanita berjilbab, akan tetapi aku tidak mau lagi mengulang kejadian yang sama di SMP yang membuat nilai ku hancur. Aku mencoba mengatur jadwal ku, kapan aku harus belajar dan kapan aku harus bersama dia. Hari demi hari ku jalanin di SMK akhirnya akupun lulus dengan nilai yang memuaskan. Ada satu kendala lagi, saudara ku yang menjanjikan aku pekerjaan meminta aku untuk melanjutkan sekolah lagi ke tingkat yang lebih tinggi dan menyuruhku mengambil jurusan akuntansi. Alhamdulillah orang tua ku masih mampu membiayai aku untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Dan akhirnya aku masuk Universitas Gunadarma jurusan D3 Komputerisasi Akuntasi sebagai sekolah yang aku pilih.

0 komentar:

Poskan Komentar