Selasa, 27 November 2012

RIVER BASIN SIMULATION MODEL


LATAR BELAKANG
Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya perekonomian dan industri, maka semakin meningkat pula kebutuhan akan air untuk berbagai keperluan
Di lain pihak ketersediaan air jumlahnya tetap sehingga sudah mulai terasa adanya conflict of interest dalam hal pemakaian air

Untuk mengantisipasi hal ini maka perlu dilakukan pengelolaan distribusi air pada tingkat wilayah sungai atau bahkan antar wilayah sungai, secara komprehensif dan terpadu.
Mengingat kompleksnya sistem alokasi air ini, maka diperlukan bantuan dari suatu model komputer untuk alokasi air, yang tidak hanya digunakan pada tahap perencanaan, akan tetapi juga secara operasional untuk membantu para pengelola air sebagai suatu decision support system (sistem pendukung pengambilan keputusan).

MODEL SIMULASI WILAYAH SUNGAI
Dalam simulasi wilayah sungai terdapat dua hal penting, yaitu

SKEMATISASI SISTEM TATA AIR
Skematisasi sistem tata air terdiri atas simpul-simpul yang menyatakan sumber air, kebutuhan air dan infrastruktur; dan cabang-cabang yang menyatakan sungai, saluran, terowongan atau pipa.

ALTERNATIF PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Setiap alternatif pengembangan sumberdaya air pada umumnya terdiri atas gabungan beberapa upaya (proyek). Upaya-upaya tersebut dapat berupa Upaya Teknis / Infrastruktur seperti pembangunan waduk dan pengembangan irigasi

DSS-RIBASIM
RIBASIM adalah alat pemodelan untuk perencanaan DAS dan manajemen. Ini memiliki seperangkat fitur yang luar biasa yang membuat keadaan paket simulasi sungai art basin. Model ini telah diterapkan selama lebih dari 20 tahun dalam jumlah alarge negara dan dalam berbagai macam proyek. Organisasi pengelolaan air di seluruh dunia menggunakannya untuk mendukung manajemen dan kegiatan perencanaan. Lembah sungai yang besar dan kompleks telah dimodelkan dan disimulasikan dengan RIBASIM. Secara terpisah model sub-DAS dapat digabungkan menjadi satu main-basin.

SEJARAH SINGKAT
DSS- Ribasim merupakan salah satu model alokasi air yang dapat digunakan pada tahap perencanaan pengembangan sumberdaya air, maupun secara operasional untuk membantu pengambilan keputusan taktis (misalnya sebagai sarana negosiasi operasi beberapa waduk, atau pemberian ijin pengambilan air industri). Model ini dikembangkan oleh Delft Hydraulic dari Negeri Belanda sejak tahun 1985. Model yang konsep dasarnya diilhami oleh model MITSIM dari Amerika Serikat) ini telah digunakan pada lebih dari 20 negara di dunia.

USER INTERFACE
Struktur RIBASIM didasarkan pada suatu kerangka terpadu dengan user-friendly, grafis, GIS berorientasi antarmuka. Bekerja dengan RIBASIM memaksa terstruktur pendekatan DAS perencanaan dan manajemen

KOMPONEN MODEL

DSS Shell
Merupakan program pembuka yang memadukan program-program lainnya.

Netter
Adalah editor jaringan skematisasi sistem tata air yang dapat digunakan secara interaktif dalam menyusun jaringan dan pemasukan data. Penyajian hasil simulasi pada setiap simpul dan ruas sungai juga ditampilkan dalam bentuk peta skematisasi ini. Skematisasi ini dilatar belakangi oleh lapisan (layer) peta situasi wilayah yang dapat memuat lapisan kontur, kota-kota kecamatan, jaringan infrastruktur dan lainnya.

Case Management Tool
Memberi petunjuk dalam melaksanakan proses simulasi, sehingga masing-masing kasus simulasi dapat dikelola secara rapih.

Agwat
Model perhitungan kebutuhan air irigasi.

Simproc
Model simulasi wilayah sungai untuk alokasi air.

Delwaq
Model simulasi kualitas air dari Delft Hydraulics

Fishwat
Model kebutuhan air perikanan.

Wadis
Model distrik air (water district)

ODS2XLS
Merupakan sistem penyajian hasil simulasi secara grafis yang luwes
dan dilengkapi dengan fasilitas ekspor ke Microsoft-Excel.


REFRENSI

http://id.scribd.com/doc/106628205/Mengenal-DSS-Ribasim
http://www.iemss.org/iemss2006/papers/w5/RIBASIM-dpl.pdf
http://www.deltares.nl/en/software/101928/ribasim



0 komentar:

Poskan Komentar